Labels

dokter (7) SAKIT (6) perawat (6) SEHAT (5) bidan (5) PUSKESMAS (4) RUMAH SAKIT (4) HOSPITAL (3) KESEHATAN (3) KLINIK (3) PENYAKIT (3) JARUM (2) bkkbn (2) keluarga berencana (2) INFUS (1) implant (1)
Showing posts with label bidan. Show all posts
Showing posts with label bidan. Show all posts

Monday, October 29, 2018

EFEK SAMPING KB SUNTIK 3 BULAN


Apa efek samping Kontrasepsi/KB suntik 3 bulan?

Pastinya banyak ibu-ibu yang bertanya sebelum menetapkan menggunakan program pemerintah yaitu keluarga Berencana / KB. di indonesia sendiri varian untuk kontrasepsi bisa di bilang sangat beragam.
dari KB Kondom, Implant, IUD, Steril, pil KB, suntik 1 bulan dan suntik 3 bulan. dari banyak jenis kontrasepsi tersebut memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing tergantung pilihan aseptor KB itu sendiri, bisa cocok atau tidak. 

setiap pilihan jenis KB memiliki efek samping, seperti banyak yang bertanya apa efek samping KB suntik 3 bulan?
pertanyaan tersebut sebenarnya tidak bisa di jawab secara langsung karena tidak semua mengalami efek samping yang sama atau bahkan sama sekali tidak menemukan efek samping, tetapi disini akan di jelaskan beberapa keluhan teratas yang sering di keluhkan oleh aseptor KB suntik 3 bulan.


1. Tidak haid

sesuai dengan isi atau kandungan KB suntik 3 bulan yaitu long-acting progestin / Norestiteron enantat (NETEN) dengan merk dagang ' Depo- Depomedroksi progesterone acetat (DPMA). yaitu sejenis hormon yang di berikan dengan tujuan untuk mempengaruhi hormon sehingga tidak terjadi kehamilan. tetapi dengan fungsi tersebut hormonnya jadi kacau, sehingga haid juga jadi tidak lancar, bahkan tidak haid sama sekali.


2. Haid Terus menerus

sejalan dengan yang di jelaskan di atas, Depo mengacaukan hormon yang mengatur pematangan sel telur dan proses peluruhan dinding rahim saat tidak bi buahi, maka akan ada efek haid terus menerus tidak berhenti.

3. Gemuk

ada sebagian yang mengeluh bahwa setelah penggunaan dalam waktu yang cukup lama akan berdampak pada kenaikan berat badan (data kurang valid karena dalam rentang waktu yang lama banyak hal yang bisa mempengaruhi kenaikan berat badan)

4. Jerawatan

sama seperti poin nomor 3, jerawatan juga di pengaruhi berbagai macam hal, tetapi bisa sebagai bahan pertimbangan untuk pemilihan KB.


Wednesday, October 24, 2018

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)


......(P3K)......
SUDAH BENARKAH KITA DALAM MENOLONG ??

Gambar terkait


















Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bukan merupakan hal baru dalam sistem penanganan korban kecelakaan, atau pada saat menemukan korban kecelakaan.tetapi tindakan ini sangatlah penting untuk dilakukan, sehingga kita sebagai orang awam harus juga mengetahui apa saja tindakan dan peralatan yang biasanya digunakan saat melakukan pertolongan.


Pengertian/Definisi :
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik. jadi Ini berarti pertolongan tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas P3K (petugas medik atau orang awam) yang pertama kali melihat korban. Pemberian pertolongan harus secara cepat dan tepat dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada di tempat kejadian. Tindakan P3K yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat atau penderitaan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi apabila tindakan P3K dilakukan tidak benar akan memperburuk akibat kecelakaan bahkan menimbulkan kematian.

Hasil gambar untuk p3k pertolongan


Penolong :
Penolong adalah orang yang pertama kali melihat atau menemukan korban kecelakaan, bisa dari orang awam yang sudah mengerti tentang P3K, atau juga petugas kesehatan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Peralatan :
Peralatan yang digunakan biasanya menggunakan alat dan bahan yang ada di sekitar kejadian yang di sesuaikan dengan kebutuhan korban. tetapi sebenarnya di negara maju, peralatan P3K sudah tersebar hampir di setiap tempat umum, sehingga penolong lebih mudah untuk membantu. Peralatan yang biasanya berada di kotak P3K antara lain : Kassa, bethadine, plester, Gunting, Mitela/Kain untuk mengikat, verban Gulung dan Kapas. untuk negara maju biasanya di lengkapi dengan AED (Silahkan Search digoogle).




Gambar terkait

Dasar-Dasar P3K :
  1. Penolong Harus Tenang, penolong harus mengamankan diri dahulu dari hal-hal yang membahayakan diri penolong sendiri
  2. Amati keadaan sekitar kejadian, amati penyebab terjadi kecelakaan tersebut (Listrik, LaKa, Gempa, Kebakaran) dan lain-lain.
  3. Cek kesadarah korban (Sadar, Pingsan, tidak sadar atau meninggal) ada luka, patah dan lain-lain
  4. Panggil bantuan (sambil mengamati korban hendaknya kita meminta bantuan kepada orang yang berada dilokasi). ini sangat penting untuk mempercepat proses pertolongan
  5. Saat cek kesadaran korban kita bisa menerapkan standart ABC (A=airway/jalan nafas, B=Breathing/pernafasan, C= Cirkulasi/Nadi/perdarahan)
  6. A = lihat jalan nafas korban apakah bersih atau ada sesuatu yang menghambat
  7. B= lihat pernafasan Korban, apakah bisa bernafas, susah bernafas, 
  8. C= cek Nadi biasanya nadi karotis yang berada di leher, teraba atau tidak, ada perdarahan diluka atau tidak. ada shock atau tidak. jika ada maka cari permasalahannya dan atasi.
  9. setelah ABC selesai di cek, dan bagus maka kita bisa melangkah ke tahap selanjutnya
  10. kita cek lagi cidera di tempat lain, seperti cidera di bagian kepala, cidera di bagian tulang belakang, dari leher sampai ke pinggang. jika ada harap hati-hati.
  11. jika ada patah maka kita pasang Bidai/Spalk
  12. Sambil menolong korban hendaknya juga sambil menghubungi pihak Medis (Ambulance, Rumah sakit, klinik Atau Puskesmas)
  13. jangan terburu-buru untuk memindahkan korban, jika kondisinya stabil.


Prioritas Penanganan Korban (Jika Korban lebih dari satu)
Gambar terkait
  1. Korban dengan Henti Nafas/Henti Jantung
  2. Dengan perdarahan Berat/ Shock
  3. Korban Dengan Penurunan Kesadaran
  4. Dengan Perdarahan Sedang
  5. Dengan Patah tulang (Terbuka)
  6. Dengan Patah tulang tertutup
  7. Selanjutnya Kasus Ringan Menyesuaikan.

Gambar terkait

Bersambung..................................

Sunday, October 21, 2018

DETEKSI KANKER SERVIK DENGAN METODE IVA (INSPEKSI VISUAL DENGAN ASAM ASETAT)








DETEKSI KANKER SERVIK DENGAN METODE IVA (INSPEKSI VISUAL DENGAN ASAM ASETAT)

PENGERTIAN IVA
  • IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin (Sukaca E. Bertiani, 2009)
  • IVA merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5% (Wijaya Delia, 2010).
  • Laporan hasil konsultasi WHO menyebutkan bahwa IVA dapat mendeteksi lesi tingkat pra kanker (high-Grade Precanceraus Lesions) dengan sensitivitas sekitar 66-96% dan spesifitas 64-98%. Sedangkan nilai prediksi positif (positive predective value) dan nilai prediksi negatif (negative predective value) masing-masing antara 10-20% dan 92-97% (Wijaya Delia, 2010).
  • Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan skrining alternatife dari pap smear karena biasanya murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi.
  • Pada pemeriksaan ini, pemeriksaan dilakukan dengan cara melihat serviks yang telah diberi asam asetat 3-5% secara inspekulo. Setelah serviks diulas dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna pada serviks yang dapat diamati secara langsung dan dapat dibaca sebagai normal atau abnormal. Dibutuhkan waktu satu sampai dua menit untuk dapat melihat perubahan-perubahan pada jaringan epitel.
  • Serviks yang diberi larutan asam asetat 5% akan merespon lebih cepat daripada larutan 3%. Efek akan menghilang sekitar 50-60 detik sehingga dengan pemberian asam asetat akan didapat hasil gambaran serviks yang normal (merah homogen) dan bercak putih (displasia) (Novel S Sinta,dkk,2010).

TUJUAN IVA
Untuk mengurangi morbiditas atau mortalitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan. Untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada leher rahim.

KEUNTUNGAN IVA
  1. Menurut (Nugroho. 2010:65) keuntungan IVA dibandingkan tes-tes diagnosa lainnya adalah :
  2. Mudah, praktis, mampu laksana
  3. Dapat dilaksanakan oleh seluruh tenaga kesehatan
  4. Alat-alat yang dibutuhkan sederhana
  5. Sesuai untuk pusat pelayanan sederhana

  1. Menurut (Emilia. 2010 :53) keuntungan IVA
  2. Kinerja tes sama dengan tes lain
  3. Memberikan hasil segera sehingga dapat diambil keputusan mengenai penatalaksanaannya

JADWAL IVA
Program Skrining Oleh WHO :
  1. Skrining pada setiap wanita minimal 1X pada usia 35-40 tahun
  2. Kalau fasilitas memungkinkan lakukan tiap 10 tahun pada usia 35-55 tahun
  3. Kalau fasilitas tersedia lebih lakukan tiap 5 tahun pada usia 35-55 tahun Ideal dan optimal pemeriksaan dilakukan setiap 3 tahun pada wanita usia 25-60 tahun.
  4. Skrining yang dilakukan sekali dalam 10 tahun atau sekali seumur hidup memiliki dampak yang cukup signifikan.
  5. Di Indonesia, anjuran untuk melakukan IVA bila : hasil positif (+) adalah 1 tahun dan, bila hasil negatif (-) adalah 5 tahun

SYARAT MENGIKUTI TEST IVA
1.   Sudah pernah melakukan hubungan seksual
2.   Tidak sedang datang bulan/haid
3.   Tidak sedang hamil
4.   24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual

PELAKSANAAN SKRINING IVA
Untuk melaksanakan skrining dengan metode IVA, dibutuhkan tempat dan alat sebagai berikut:
1.   Ruangan tertutup, karena pasien diperiksa dengan posisi litotomi.
2.   Meja/tempat tidur periksa yang memungkinkan pasien berada pada posisi litotomi.
3.   Terdapat sumber cahaya untuk melihat serviks
4.   Spekulum vagina
5.   Asam asetat (3-5%)
6.   Swab-lidi berkapas
7.   Sarung tangan

CARA KERJA IVA
1.   Sebelum dilakukan pemeriksaan, pasien akan mendapat penjelasan mengenai prosedur yang akan dijalankan. Privasi dan kenyamanan sangat penting dalam pemeriksaan ini.
2.   Pasien dibaringkan dengan posisi litotomi (berbaring dengan dengkul ditekuk dan kaki melebar).
3.   Vagina akan dilihat secara visual apakah ada kelainan dengan bantuan pencahayaan yang cukup.
4.   Spekulum (alat pelebar) akan dibasuh dengan air hangat dan dimasukkan ke vagina pasien secara tertutup, lalu dibuka untuk melihat leher rahim.
5.   Bila terdapat banyak cairan di leher rahim, dipakai kapas steril basah untuk menyerapnya.
6.   Dengan menggunakan pipet atau kapas, larutan asam asetat 3-5% diteteskan ke leher rahim. Dalam waktu kurang lebih satu menit, reaksinya pada leher rahim sudah dapat dilihat.
7.   Bila warna leher rahim berubah menjadi keputih-putihan, kemungkinan positif terdapat kanker. Asam asetat berfungsi menimbulkan dehidrasi sel yang membuat penggumpalan protein, sehingga sel kanker yang berkepadatan protein tinggi berubah warna menjadi putih.
8.   Bila tidak didapatkan gambaran epitel putih padadaerah transformasi bearti hasilnya negative.

KATEGORI IVA
Ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan, salah satu kategori yang dapat dipergunakan adalah:
  1. IVA negatif = menunjukkan leher rahim normal.
  2. IVA radang = Serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya (polip serviks).
  3. IVA positif = ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis Serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ).
  4. IVA-Kanker serviks = Pada tahap ini pun, untuk upaya penurunan temuan stadium kanker serviks, masih akan bermanfaat bagi penurunan kematian akibat kanker serviks bila ditemukan masih pada stadium invasif dini (stadium IB-IIA).

PENATALAKSANAAN IVA
  1. Pemeriksaan IVA dilakukan dengan spekulum melihat langsung leher rahim yang telah dipulas dengan larutan asam asetat 3-5%, jika ada perubahan warna atau tidak muncul plak putih, maka hasil pemeriksaan dinyatakan negative. Sebaliknya jika leher rahim berubah warna menjadi merah dan timbul plak putih, maka dinyatakan positif lesi atau kelainan pra kanker.
  2. Namun jika masih tahap lesi, pengobatan cukup mudah, bisa langsung diobati dengan metode Krioterapi atau gas dingin yang menyemprotkan gas CO2 atau N2 ke leher rahim. Sensivitasnya lebih dari 90% dan spesifitasinya sekitar 40% dengan metode diagnosis yang hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit tersebut, lesi prakanker bisa dideteksi sejak dini. Dengan demikian, bisa segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kanker stadium lanjut.
  3. Metode krioterapi adalah membekukan serviks yang terdapat lesi prakanker pada suhu yang amat dingin (dengan gas CO2) sehingga sel-sel pada area tersebut mati dan luruh, dan selanjutnya akan tumbuh sel-sel baru yang sehat (Samadi Priyanto. H, 2010)
  4. Kalau hasil dari test IVA dideteksi adanya lesi prakanker, yang terlihat dari adanya perubahan dinding leher rahim dari merah muda menjadi putih, artinya perubahan sel akibat infeksi tersebut baru terjadi di sekitar epitel. Itu bisa dimatikan atau dihilangkan dengan dibakar atau dibekukan. Dengan demikian, penyakit kanker yang disebabkan human papillomavirus (HPV) itu tidak jadi berkembang dan merusak organ tubuh yang lain.

TEMPAT PELAYANAN
IVA bisa dilakukan di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pemeriksaan dan yang bisa melakukan pemeriksaan IVA diantaranya oleh :
1.            Perawat terlatih
2.            Bidan
3.            Dokter Umum
4.            Dokter Spesialis Obgyn.


Sunday, July 1, 2018

TUOTRIAL PEMASANGAN INFUS SEDERHANA

Infus atau pemasangan infus merupakan hal yang tidak terpisahkan dari dunia kedokteran, keperawatan dan kebidanan. karena merupakan bagian penting dari sebuah proses pengobatan dan pemberian pengobatan.

untuk itu semua, seorang tenaga kesehatan harus mempunyai skill untuk melakukan tindakan tersebut. penting bagi mereka untuk melatih dan memperbanyak praktik agar terbiasa dan handal.
artikel dan video ini bertujuan untuk memberikan salah satu referensi dalam pemasangan infus.

dalam tutorial ini tidak menyertakan persiapan alat dan bahan. silahkan langsung tonton videonya. dan jangan lupa jika tutorial ini bermanfaat silahkan like and subsribe. terima kasih..







VIDEO TUTORIAL PEMASANGAN KB IMPLANT/SUSUK

VIDEO TUTORIAL PEMASANGAN KB IMPLANT/SUSUK

Ada banyak metode kontrasepsi alias alat KB yang tersedia di pasaran, mulai dari yang permanen hingga yang sementara, mulai dari yang dipakai pria hingga yang dipakai wanita. Belakangan ini, metode KB susuk alias KB implan mulai naik daun di tengah popularitas KB spiral (IUD), pil KB, dan tentunya kondom.

Dan sekarang kita akan membahas tentang KB implant/susuk. 
KB susuk, atau dalam medis dikenal sebagai KB implan, adalah tabung plastik kecil dan fleksibel seukuran korek api, yang berisi hormon untuk mencegah kehamilan. Tabung ini (yang sering disebut susuk) akan dimasukkan (atau diimplan) ke dalam kulit lengan atas. Dengan pemakaian yang benar, sekali pasang KB implan sudah dapat mencegah kehamilan selama tiga tahun.

Susuk yang sudah dimasukkan ke bawah kulit akan melepaskan hormon progestin dengan kadar rendah untuk mencegah kehamilan. Cara kerjanya adalah dengan mencegah ovulasi (pelepasan sel telur dalam siklus bulanan). Jika seorang wanita tidak berovulasi, ia tidak bisa hamil karena tidak ada sel telur untuk dibuahi.
Progestin yang dilepaskan oleh KB implan juga akan menebalkan lendir di sekitar leher rahim (serviks). Ini akan mencegah sperma untuk memasuki rahim. Progestin juga akan menipiskan lapisan dinding rahim, sehingga jika ada sperma yang berhasil membuahi sel telur, telur tersebut akan sulit menempel pada dinding rahim untuk memulai kehamilan.
itulah sedikit informasi tentang KB implant. dan untuk cara pemasangannya silahkan lihat tutorial pemasangan langsungnya di youtube ini. jika bermanfaat silahkan like and subscribe.