Labels

dokter (7) SAKIT (6) perawat (6) SEHAT (5) bidan (5) PUSKESMAS (4) RUMAH SAKIT (4) HOSPITAL (3) KESEHATAN (3) KLINIK (3) PENYAKIT (3) JARUM (2) bkkbn (2) keluarga berencana (2) INFUS (1) implant (1)
Showing posts with label SEHAT. Show all posts
Showing posts with label SEHAT. Show all posts

Thursday, November 1, 2018

Tanda-Tanda Kolesterol Naik???


Benarkah Tengkuk sakit pertanda kolesterol naik??

Banyak yang mengeluh pundak dan tengkuk sakit, terus bela-belain untuk cek kolesterol yang harganya lumayan menguras kantong. karena sudah tersugesti kepercayaan umum bahwa kalau tengkuk dan pundak sakit itu tanda kolesterol naik.
mari kita bahas pelan-pelan :
Kolesterol itu umumnya terbagi empat item

  • Total kolesterol
  • LDL / Kolesterol jahat : Nilainya Harus rendah
  • HDL / Kolesterol baik : Nilainya harus tinggi
  • Trigliserida : Nilainya harus dibawa 150 (Setiap referensi Mungkin ada perbedaan)
jika kita melakukan pengecekan menggunakan darah tepi/ Stik kolesterol biasanya hanya untuk membaca Total kolesterol, sedangkan yang item lainnya tidak terbaca. untuk mengetahui item kolesterol lainnya itu dengan cara cek menggunakan alat yang lebih lengkap.

jika Trigliserida naik biasanya memang akan terasa nyeri-nyeri di badan. tapi tetap tidak semua yang nyeri di badan tanda kolesterol naik.


Apa saja tanda-tanda kolesterol naik?

Secara tanda-tanda mungkin sakit tengkuk dan pundak bisa di masukkan ke tanda-tanda naiknya kolesterol, tetapi tidak semua yang mengeluh sakit tengkuk kolesterolnya pasti naik. banyak hal lain yang mempengaruhi kondisi tersebut. dan yang paling sering biasanya otot di sekitar tengkuk tegang karena aktifitas sehari-hari.

untuk menetukan apakah seseorang itu mengalami kolesterol tinggi atau tidak, memang harus di cek laboratorium. dokter biasanya akan menyarankan untuk minum obat relaksasi otot dan anti nyeri untuk tahap pertama keluhan.
Tahap selanjutnya baru dokter akan menyarankan tes Laboratorium jika memang belum mebaik dengan anti nyeri.

Bahaya Kolesterol Tinggi

Sesuatu yang berlebihan dalam tubuh pasti akan ada masalah yang akan timbul apalagi jika terus menerus dalam jangka panjang. Secara garis besar sebagai berikut :
  • Penyumbatan Pembuluh darah : tebalnya lemak di dalam pembuluh darah akan terjadi sumbatan
  • Stroke : Dengan telah terjadi penyumbatan maka aliran dara akan terhambat, apalagi jika serpihan lemak ikut kedalam aliran darah sampai ke pembuluh darah yang berdiameter kecil maka akan terjadi sumbatan.
  • Penyakit jantung : sama seperti di atas jika lemak didinding pembuluh darah tebal dan itu berada di pembuluh darah jantung maka akan terjadi Jantung Koroner
Cara mencegah Kolesterol Tinggi

Secara umum untuk menjaga kesehatan kita tetap di anjurkan membiasakan pola hidup sehat. dengan cara sebagai berikut :
  • Olahraga teratur minimal 30 menit dalam sehari : Olahraga berat sekalipun jika tidak rutin tidak akan berdampak baik untuk tubuh.
  • Mengkonsumsi Makanan Gizi seimbang : yaitu makanan yang cukup karbo, cukup protein, sayur.
  • Mengurangi makanan yang berlemak apalagi yang berlemak jenuh
  • Mengkonsumsi makanan Seafood dengan bijak


Kesimpulan dari artikel ini adalah makan makanan yang sesuai, yang bergizi seimbang dengan porsi ideal. Olahragalah dengan teratur. tidurlah dengan teratur (Bukan Malas-malasan).
Kolesterol merupakan senyawa yang juga di perlukan oleh tubuh tetapi dalam batas normal. berpantangan berat sekalipun tidak menyelesaikan masalah. kita hanya di tuntut untuk menyesuaikan porsi makan kita dengan porsi ideal (Tidak kurang dn tidak berlebihan).

Semoga Bermanfaat..

Wednesday, October 31, 2018

Apakah penyakit Asam lambung bisa sembuh?


Apakah penyakit Asam lambung bisa sembuh?
Apakah penyakit asam lambung berbahaya?

Bagi yang menderita penyakit asam lambung/gastritis mungkin pertenyaan ini sering kita dengar atau bahkan kita tanyakan ke diri kita sendiri.karena sudah bosan setiap hari kambuh atau malah belum sempat sembuh sudah kumat lagi dan lagi..
sebelum kita menjawab pertanyaan itu, mari kita bahas dahulu penyakitnya..

1. Pengertian 
Secara sederhana penyakit asam lambung adalah penyakit akibat peningkatan asam lambung yang membuat dinding lambung menjadi iritasi, ditandai dengan

Sunday, October 21, 2018

CONTOH SURAT VISUM ET REPERTUM



Menurut Wikipedia : 

Visum et repertum disingkat VeR adalah keterangan tertulis yang dibuat oleh dokter dalam ilmu kedokteran forensik atas permintaan penyidik yang berwenang mengenai hasil pemeriksaan medik terhadap manusia, baik hidup atau mati ataupun bagian atau diduga bagian tubuh manusia, berdasarkan keilmuannya dan di bawah sumpah, untuk kepentingan pro yustisia.Visum et repertum kemudian digunakan bukti yang sah secara hukum mengenai keadaan terakhir korban penganiayaan, pemerkosaan, maupun korban yang berakibat kematian dan dinyatakan oleh dokter setelah memeriksa (korban). Khusus untuk perempuan visum et repertum termasuk juga pernyataan oleh dokter apakah seseorang masih perawan atau tidak. 




KOTAK ADALAH  KOP TEMPAT SURAT DI KELUARKAN



PRO JUSTITIA
VISUM ET REPERTUM
NO :   /CM/VER/   /18

Atas permintaan tertulis dari Kepolisian Polres Tanjung Jabung Barat, melalui suratnya tanggal 01 September 2018 Nomor Polisi LP/A-06/ VIII / 2018 / JBI / RES TANJAB BARAT / SEKTOR yang ditandatangani oleh ........................., Pangkat inspektur polisi dua , NRP. ............... dan diterima tanggal 02 September 2018 jam 11.30 WIB, maka dengan ini kami dr................ sebagai dokter yang bekerja pada Klinik Cipta Medika Tebing Tinggi menerangkan bahwa pada tanggal 31 Agustus  2018  jam 22.45 WIB, di Instalasi Gawat Darurat Klinik Cipta Medika Tebing Tinggi, telah memeriksa jenazah yang berdasarkan surat permintaan tersebut di atas bernama .................., umur 21 tahun, jenis kelamin laki-laki, pekerjaan sebelum  meninggal dunia Kontraktor ........, alamat jalan KM.01, RT 02 Desa Teluk Pengkah, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kewarganegaraan Indonesia, jenazah tersebut ditemukan di container belakang Bank Sinar Mas Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat hari Jumat, 31 Agustus 2018 pukul 21.00 WIB.

HASIL PEMERIKSAAN : -----------------------------------------------------------------------------
Dari hasil pemeriksaan luar atas tubuh jenazah tersebut di atas ditemukan fakta-fakta sebagai berikut--------------------------------------------------------------------------------------------------------
      A.    FAKTA YANG BERKAITAN DENGAN IDENTITAS JENAZAH ...........................
1.      Identitas umum jenazah :
a.       Jenis kelamin: Laki – laki....................................................................................
b.      Umur : kurang lebih dua puluh satu tahun..........................................................
c.       Warna kulit : sawo matang .................................................................................
d.      Warna pelangi mata : hitam ................................................................................
e.       Ciri rambut : lurus dan hitam..............................................................................
f.       Golongan darah : Tidak diperiksa.......................................................................
g.      Kesan gizi : Cukup..............................................................................................
h.      Ciri-ciri lain : Tidak ada......................................................................................
2.      Identitas khusus jenazah :.........................................................................................
a.       Tato : Tidak ada..................................................................................................
b.      Jaringan parut : ...................................................................................................
c.       Penutup jenazah : sebuah kain bahan katun bermotif batik, berwarna coklat kuning, ukuran panjang dua ratus empat sentimeter, lebar seratus empat sentimeter dan merek tidak ada.
d.      Pakaian : .............................................................................................................
–        Satu buah baju lengan pendek, berkerah, berbahan kaos, tidak bermotif, berwarna hijau, kantong tidak ada, merek tidak ada, ukuran tidak ada...........................
–        satu buah celana panjang :
§  Celana panjang: berwarna biru muda , berbahan jeans, ikat pinggang tidak ada.
–        Sebuah celana dalam berwarna coklat muda, berbahan katun, merek “BONTEX”, ukuran “M”................................................................................................................
e.       Perhiasan : Tidak ada..........................................................................................
f.       Lain-lain : tidak ada............................................................................................

            A.    FAKTA YANG BERKAITAN DENGAN WAKTU TERJADINYA KEMATIAN
1.      Lebam mayat : terdapat lebam mayat pada punggung,  pinggang kanan dan kiri, berwarna merah keunguan, hilang pada penekanan. -------------------------------------------------
2.      Kaku mayat : tidak ada--------------------------------------------------------------
3.      Pembusukan : tidak ada-------------------------------------------------------------

           B.     FAKTA DARI PEMERIKSAAN TUBUH BAGIAN LUAR--------------------------
1.      Kepala : ....................................................................................................................
a.       Daerah berambut: tidak ada kelainan .................................................................
b.      Wajah: perdarahan dari gusi sebelah atas............................................................
a.       Leher : tidak ada kelainan-----------------------------------------------------------
b.      Bahu : tidak ada kelainan------------------------------------------------------------
c.       Dada : terdapat satu buah luka memar di dada kiri samping ukuran panjang sepuluh sentimeter lebar delapan sentimeter tidak hilang dengan penekanan---------------------------------
d.      Perut : dua buah luka lecet di perut kiri bawah. Luka pertama ukuran panjang dua sentimeter lebar satu sentimeter  dan luka kedua ukuran  panjang satu sentimeter  lebar nol koma lima sentimeter,   
e.       Punggung : tidak ada kelainan ------------------------------------------------------
f.       Bokong :-----------------------------------------------------------------------------
·         Bokong kanan : tidak ada kelainan -----------------------------------------
·         Bokong kiri : tidak ada kelainan --------------------------------------------
g.      Dubur : ------------------------------------------------------------------------------
·         Lingkaran dubur : tidak ada kelainan---------------------------------------
·         Liang dubur : tidak ada kelainan -------------------------------------------
h.      Anggota gerak :----------------------------------------------------------------------
·         Anggota gerak atas :---------------------------------------------------------
o   Kanan : Ujung jari dan jaringan di bawah kuku : terasa dingin, tampak kebiruan, tidak ada kelainan--------------------------------------------------------------
o   Kiri : Ujung jari dan jaringan di bawah kuku : terasa dingin, tampak kebiruan, tidak ada kelainan--------------------------------------------------------------
·         Anggota gerak bawah :------------------------------------------------------
o   Kanan : luka lecet  berbentuk bulat ukuran diameter satu sentimeter.
o   Ujung jari dan jaringan di bawah kuku tampak kebiruan, teraba dingin, tidak ada kelainan-----------------------------------------------------------------------
o   Kiri : terdapat Patah tulang tertutup pada sepertiga bawah tulang betis depan dan belakang sebelah kiri. Luka robek pada betis kiri samping hingga ke punggung kaki kiri sebelah samping luar ukuran panjang dua puluh lima sentimeter.
o   Ujung jari dan jaringan di bawah kuku tampak kebiruan, teraba dingin, tidak ada kelainan------------------------------------------------

2 . Bagian Tubuh Tertentu-------------------------------------------------------------------
a.      Mata : --------------------------------------------------------------------------
·         Alis mata : tebal, hitam, tidak ada kelainan---------------------------------
·         Bulu mata : lentik, hitam, tidak ada kelainan -------------------------------
·         Kelopak mata : --------------------------------------------------------------
o   Kiri : tidak ada kelainan------------------------------------------------
o   Kanan : tidak ada kelainan----------------------------------------------
·         Selaput kelopak mata : tidak ada kelainan----------------------------------
·         Selaput biji mata : tidak ada kelainan---------------------------------------
·         Selaput bening mata : jernih-------------------------------------------------
·         Pupil mata : bentuk bulat, diameter nol koma lima sentimeter, kanan sama dengan kiri. Reflek cahaya tidak ada, reflek kornea tidak ada-----------------------------------
·         Pelangi mata : cokelat-------------------------------------------------------
b.      Hidung -----------------------------------------------------------------------------------------
·         Bentuk hidung : sedang -----------------------------------------------------
·         Permukaan kulit hidung : tidak ada kelainan -------------------------------
·         Lubang hidung : tidak ada kelainan-----------------------------------------
c.       Telinga :----------------------------------------------------------------------------------------
·         Bentuk telinga : sedang, tidak ada kelainan --------------------------------
·         Permukaan daun telinga : tidak ada kelainan -------------------------------
·         Lubang telinga : tidak ada kelainan -----------------------------------------
d.      Mulut :------------------------------------------------------------------------------------------
·         Bibir atas : merah kebiruan--------------------------------------------------
·         Bibir bawah : merah kebiruan-----------------------------------------------
·         Lidah : tidak dapat dinilai---------------------------------------------------
·         Rongga mulut : tidak dapat dinilai------------------------------------------
e.       Alat kelamin : laki-laki----------------------------------------------------------------------
·         Pelir : sudah disunat, terdapat cairan berwarna putih dan lengket di lubang kemaluan, tidak ada kelainan ---------------------------------------------------------------------
·         Kantung pelir : terdapat dua kantong pelir, sisi kiri lebih tinggi dari sebelah kanan       

3 . Tulang-tulang :-----------------------------------------------------------------------------------
a.       Tulang tengkorak : tidak ada kelainan-------------------------------------------
b.      Tulang belakang : tidak ada kelainan -------------------------------------------
c.       Tulang-tulang dada : tidak ada kelainan ----------------------------------------
d.      Tulang-tulang punggung : tidak ada kelainan-----------------------------------
e.       Tulang-tulang panggul : tidak ada kelainan-------------------------------------
f.       Tulang anggota gerak : patah tulang tertutup pada sepertiga ujung tungkai bawah bagian depan dan belakang sebelah kiri ,-----------------------------------------------------------

         KESIMPULAN -----------------------------------------------------------------------------------------
o   Dari fakta-fakta yang ditemukan dari pemeriksaan atas jenazah tersebut maka kami simpulkan bahwa telah diperiksa jenazah seorang laki-laki, umur kurang lebih dua puluh satu tahun, warna kulit sawo matang, kesan gizi cukup. Dari pemeriksaan luar ditemukan kekerasan tumpul berupa luka memar di dada kiri samping, luka lecet di perut kiri bawah dan lutut kanan. Patah tulang tertutup pada tungkai bawah sebelah kiri, Luka robek pada betis kiri samping hingga ke punggung kaki kiri sebelah samping luar ukuran panjang dua puluh lima sentimeter. Sebab kematian tidak dapat ditentukan.         


        PENUTUP:---------------------------------------------------------------------------------------------
        Demikianlah keterangan tertulis ini saya buat dengan sesungguhnya, dengan mengingat sumpah
        sewaktu menerima jabatan sebagai dokter------------------------------------------------------------



Tebing Tinggi,  04 Sept 2018
Dokter yang memeriksa,


                                                                            dr. ..................


Atau DOWLOAD FILE DOC


DETEKSI KANKER SERVIK DENGAN METODE IVA (INSPEKSI VISUAL DENGAN ASAM ASETAT)








DETEKSI KANKER SERVIK DENGAN METODE IVA (INSPEKSI VISUAL DENGAN ASAM ASETAT)

PENGERTIAN IVA
  • IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin (Sukaca E. Bertiani, 2009)
  • IVA merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5% (Wijaya Delia, 2010).
  • Laporan hasil konsultasi WHO menyebutkan bahwa IVA dapat mendeteksi lesi tingkat pra kanker (high-Grade Precanceraus Lesions) dengan sensitivitas sekitar 66-96% dan spesifitas 64-98%. Sedangkan nilai prediksi positif (positive predective value) dan nilai prediksi negatif (negative predective value) masing-masing antara 10-20% dan 92-97% (Wijaya Delia, 2010).
  • Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan skrining alternatife dari pap smear karena biasanya murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi.
  • Pada pemeriksaan ini, pemeriksaan dilakukan dengan cara melihat serviks yang telah diberi asam asetat 3-5% secara inspekulo. Setelah serviks diulas dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna pada serviks yang dapat diamati secara langsung dan dapat dibaca sebagai normal atau abnormal. Dibutuhkan waktu satu sampai dua menit untuk dapat melihat perubahan-perubahan pada jaringan epitel.
  • Serviks yang diberi larutan asam asetat 5% akan merespon lebih cepat daripada larutan 3%. Efek akan menghilang sekitar 50-60 detik sehingga dengan pemberian asam asetat akan didapat hasil gambaran serviks yang normal (merah homogen) dan bercak putih (displasia) (Novel S Sinta,dkk,2010).

TUJUAN IVA
Untuk mengurangi morbiditas atau mortalitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan. Untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada leher rahim.

KEUNTUNGAN IVA
  1. Menurut (Nugroho. 2010:65) keuntungan IVA dibandingkan tes-tes diagnosa lainnya adalah :
  2. Mudah, praktis, mampu laksana
  3. Dapat dilaksanakan oleh seluruh tenaga kesehatan
  4. Alat-alat yang dibutuhkan sederhana
  5. Sesuai untuk pusat pelayanan sederhana

  1. Menurut (Emilia. 2010 :53) keuntungan IVA
  2. Kinerja tes sama dengan tes lain
  3. Memberikan hasil segera sehingga dapat diambil keputusan mengenai penatalaksanaannya

JADWAL IVA
Program Skrining Oleh WHO :
  1. Skrining pada setiap wanita minimal 1X pada usia 35-40 tahun
  2. Kalau fasilitas memungkinkan lakukan tiap 10 tahun pada usia 35-55 tahun
  3. Kalau fasilitas tersedia lebih lakukan tiap 5 tahun pada usia 35-55 tahun Ideal dan optimal pemeriksaan dilakukan setiap 3 tahun pada wanita usia 25-60 tahun.
  4. Skrining yang dilakukan sekali dalam 10 tahun atau sekali seumur hidup memiliki dampak yang cukup signifikan.
  5. Di Indonesia, anjuran untuk melakukan IVA bila : hasil positif (+) adalah 1 tahun dan, bila hasil negatif (-) adalah 5 tahun

SYARAT MENGIKUTI TEST IVA
1.   Sudah pernah melakukan hubungan seksual
2.   Tidak sedang datang bulan/haid
3.   Tidak sedang hamil
4.   24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual

PELAKSANAAN SKRINING IVA
Untuk melaksanakan skrining dengan metode IVA, dibutuhkan tempat dan alat sebagai berikut:
1.   Ruangan tertutup, karena pasien diperiksa dengan posisi litotomi.
2.   Meja/tempat tidur periksa yang memungkinkan pasien berada pada posisi litotomi.
3.   Terdapat sumber cahaya untuk melihat serviks
4.   Spekulum vagina
5.   Asam asetat (3-5%)
6.   Swab-lidi berkapas
7.   Sarung tangan

CARA KERJA IVA
1.   Sebelum dilakukan pemeriksaan, pasien akan mendapat penjelasan mengenai prosedur yang akan dijalankan. Privasi dan kenyamanan sangat penting dalam pemeriksaan ini.
2.   Pasien dibaringkan dengan posisi litotomi (berbaring dengan dengkul ditekuk dan kaki melebar).
3.   Vagina akan dilihat secara visual apakah ada kelainan dengan bantuan pencahayaan yang cukup.
4.   Spekulum (alat pelebar) akan dibasuh dengan air hangat dan dimasukkan ke vagina pasien secara tertutup, lalu dibuka untuk melihat leher rahim.
5.   Bila terdapat banyak cairan di leher rahim, dipakai kapas steril basah untuk menyerapnya.
6.   Dengan menggunakan pipet atau kapas, larutan asam asetat 3-5% diteteskan ke leher rahim. Dalam waktu kurang lebih satu menit, reaksinya pada leher rahim sudah dapat dilihat.
7.   Bila warna leher rahim berubah menjadi keputih-putihan, kemungkinan positif terdapat kanker. Asam asetat berfungsi menimbulkan dehidrasi sel yang membuat penggumpalan protein, sehingga sel kanker yang berkepadatan protein tinggi berubah warna menjadi putih.
8.   Bila tidak didapatkan gambaran epitel putih padadaerah transformasi bearti hasilnya negative.

KATEGORI IVA
Ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan, salah satu kategori yang dapat dipergunakan adalah:
  1. IVA negatif = menunjukkan leher rahim normal.
  2. IVA radang = Serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya (polip serviks).
  3. IVA positif = ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis Serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ).
  4. IVA-Kanker serviks = Pada tahap ini pun, untuk upaya penurunan temuan stadium kanker serviks, masih akan bermanfaat bagi penurunan kematian akibat kanker serviks bila ditemukan masih pada stadium invasif dini (stadium IB-IIA).

PENATALAKSANAAN IVA
  1. Pemeriksaan IVA dilakukan dengan spekulum melihat langsung leher rahim yang telah dipulas dengan larutan asam asetat 3-5%, jika ada perubahan warna atau tidak muncul plak putih, maka hasil pemeriksaan dinyatakan negative. Sebaliknya jika leher rahim berubah warna menjadi merah dan timbul plak putih, maka dinyatakan positif lesi atau kelainan pra kanker.
  2. Namun jika masih tahap lesi, pengobatan cukup mudah, bisa langsung diobati dengan metode Krioterapi atau gas dingin yang menyemprotkan gas CO2 atau N2 ke leher rahim. Sensivitasnya lebih dari 90% dan spesifitasinya sekitar 40% dengan metode diagnosis yang hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit tersebut, lesi prakanker bisa dideteksi sejak dini. Dengan demikian, bisa segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kanker stadium lanjut.
  3. Metode krioterapi adalah membekukan serviks yang terdapat lesi prakanker pada suhu yang amat dingin (dengan gas CO2) sehingga sel-sel pada area tersebut mati dan luruh, dan selanjutnya akan tumbuh sel-sel baru yang sehat (Samadi Priyanto. H, 2010)
  4. Kalau hasil dari test IVA dideteksi adanya lesi prakanker, yang terlihat dari adanya perubahan dinding leher rahim dari merah muda menjadi putih, artinya perubahan sel akibat infeksi tersebut baru terjadi di sekitar epitel. Itu bisa dimatikan atau dihilangkan dengan dibakar atau dibekukan. Dengan demikian, penyakit kanker yang disebabkan human papillomavirus (HPV) itu tidak jadi berkembang dan merusak organ tubuh yang lain.

TEMPAT PELAYANAN
IVA bisa dilakukan di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pemeriksaan dan yang bisa melakukan pemeriksaan IVA diantaranya oleh :
1.            Perawat terlatih
2.            Bidan
3.            Dokter Umum
4.            Dokter Spesialis Obgyn.